6dxHRBFGRKAyUIIqbYZwq3xKt8iSxrQ4Q0yCi2zx

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Destinasi Wisata Teluk Hijau di Banyuwangi


Pantai Teluk Hijau

Banyuwangi populer dengan wisata keelokan alamnya yang demikian memesona, ada kawah Gunung Ijen dan Raman Nasional Baluran. Tidak itu saja, wisata baharinya juga pun tidak kalah cantiknya. Banyuwangi tidak cuman mempunyai Pantai Plengkung yang cantik, dan juga Teluk Hijau. Teluk Hijau atau kerap disebutkan Green Bay, sebelumnya namanya kurang terkenal, ingat terletak yang cukup terselinap dan diperlukan perjuangan tambahan berat untuk meraihnya. Teluk Hijau, atau dekat disebut Green Bay adalah teluk terselinap yang ada di ujung selatan Kabupaten Banyuwangi, persisnya di Pesanggrahan, Dusun Sarongan dan masuk teritori Taman Nasional Meru Beriti. Untuk ke situ dibutuhkan fisik yang tambahan tetapi, semuanya akan terbayarkan habis sebab keelokan alamnya. Daya tariknya yang mengagumkan, teluk yang mempunyai daya magnet berbentuk airnya yang kehijauan. Bentangan pasir yang putih dan bersih, dan bersihnya air laut warna hijau ditambabh deburan ombak yang tenang dengan tiupan air sepoi-sepoi pantas didapat oleh semua pengunjung yang tiba ke sana. Bagaimana tidak, surga terselinap ini ada jauh ditengah-tengah rimba yang perlu perjuangan tambahan untuk sampai di posisinya. Tidaklah aneh bila sekarang ini Teluk Hijau jadi salah satunya arah wisata terkenal di Banyuwangi.


Destinasi Wisata Teluk Hijau Banyuwangi


Sesuai namanya, teluk ini warna hijau bila disaksikan dari jarak jauh. Ini berlainan dengan umumnya teluk atau laut yang umumnya memiliki warna biru. Warna hijau itu sebab di landasan perairan dangkalnya ada alga yang memantulkan warna hijau di atas perairannya. Pantai yang terselinap dan sepi ini mempunyai bentangan pasir putih yang menarik. Pasirnya demikian lembut, hingga gampang menempel di kulit. Kombinasi di antara pasir putih, air laut yang jernih warna kehijauan dan situasi yang asri akan membuat siapa saja yang menyaksikannya berasa takjub.

Umumnya pelancong berkunjung Taman Nasional Meru Betiri dan Sukamade selaku arah khusus. Saat sebelum sampai di dua tempat itu, kita akan melalui Teluk Hijau. Hingga Teluk Hijau cuman jadi tempat pelabuhan. Pengunjung cuman stop sesaat dan menyaksikan Teluk Hijau yang eksotis dari terlalu jauh di atas bukit. Tetapi surga Teluk Hijau yang sesungguhnya ada di pantainya. Untuk capai Teluk Hijau benar-benar memerlukan perjuangan yang melawan adrenalin. Lewat jalan setapak yang terjal dan berbatu, pengunjung harus menuruni bukit dan tembus rimba dengan pohon-pohon yang sangat besar. Sesudah melalui medan yang cukup kuras stamina, Anda akan sampai di wilayah yang terbuka.

Sekarang ini warga seputar telah mempersiapkan kapal untuk ke arah Teluk Hijau, hingga tak perlu jalan begitu jauh. Tapi, untuk kalian yang mencintai rintangan dan pengin nikmati serunya perjalanan, lajur darat ialah opsi yang pas. Sampai di pintu masuk, bentangan laut dengan hijaunya pohon disekitar segera membuat adrenalin mencapai puncak, sebab spot ini ada pada ketinggian. Sepanjang lebih kurang 30 menit, kalian akan telusuri rimba dan bukit dengan embusan udara yang paling fresh. Fisik memang seharusnya sempurna, sebab tiap pelancong akan melalui anak tangga dalam jumlah beberapa ratus dengan keadaan naik dan turun. Tentunya tangga-tangga itu dibikin untuk mempermudah pengunjung yang tiba, karena posisinya yang ada di bukit. Jadi seperti main ke pantai rasa gunung. Tetapi, lelahnya telusuri rimba akan dibayarkan ditengah-tengah perjalanan dengan saluran air sungai yang demikian jernih dan fresh. Jadi untuk kamu yang haus langsung bisa minum air ini.

Selain bentangan pasir yang bersih dan air laut yang jernih yang dimilikinya, Teluk Hijau mempunyai 2 batu karang yang besar sekali dan benar-benar pas untuk di explore selaku spot photo. Dua batu karang ini menjadi frame fotomu dengan masih ada latar belakang pantai. Situasinya yang demikian tenang dan sepi membuat tiap pelancong dapat mendokumentasikan peristiwa dengan bagus. Lantas, di seputar Teluk Hijau ada hewan satwa liar yakni monyet, jadi harus cukup waspada saat tiba bawa makanan yang lumayan banyak. Sering monyet akan mendekati dan ambil makanan saat kita meleng.

Walau wilayah pesisir, Teluk Hijau ini mempunyai air tawar yang demikian fresh sebab posisinya yang di tengah-tengah rimba. Perjalanan juga kembali lagi diteruskan dan sebentar lagi akan datang di surgai terselinap yang diinginkan. Bukan hanya cantik, posisi ke arah Teluk Hijau bisa juga disebutkan unik, paket komplet. Kedengar deburan ombak besar menghajar karang. Suaranya tidak seperti suara ombak, tetapi bergelora seperti suara batu-batuan yang berjatuhan. Di depan Anda terhampar pantai, tetapi jangan tertipu, ini bukanlah Teluk Hijau. Pantai yang Anda saksikan disanggupi bentangan batu-batuan bundar yang tediri bermacam ukuran besar-kecil yang tersusun rapi di sejauh garis pantainya. Dimulai dari rimba, saluran sungai, bukit, sampai ada pantai saat sebelum Teluk Hijau yang diberi nama pantai Batu. Konon Pantai ini mempunyai bentangan pasir yang sangatlah baik, tapi karena Tsunami pada tahun 1994 batu-batuan di landasan laut terangkat dan jadilah penuhi semua bibir pantai hingga saat ini. tidak jauh dari posisi, seputar 300 meter traveller akan datang di surga yang sudah dicari-cari.

Seperti namanya, Pantai Batu, pesisir pantai ini tertutup oleh batu-batuan sungai yang memiliki ukuran kecil dan besar, hampir tidak terlihat pasir di pantai ini. Dari pantai Batu, posisi Teluk Hijau makin dekat. Sebab terletak berdekatan. Tetapi untuk yang pertamanya kali tiba kesini, kemungkinan sedikit kesusahan mendapati jalan akses ke Teluk Hijau, bahkan juga bisa bingung dan patah semangat. Tidaklah aneh sebab terletak cukup terselinap dibalik bukit karang kecil disamping barat Pantai Batu. Walau sebenarnya jaraknya tinggal 300 m kembali.

Anda harus mendapati akses "rahasia" untuk masuk di pantai Teluk Hijau. Teruskan langkah kaki lempeng saja masuk rimba melalui ujung jalan setapak, melalui saluran air seperti sungai kecil, melalui sisi belakang bukit karang dengan pohon-pohon yang rimbun, sampai selanjutnya Anda mendapati dua batu karang yang bertemu, bermakna Anda telah mendapati surga terselinap di Banyuwangi. Pantai Teluk Hijau di muka mata! Bentangan pasir putih seakan menyongsong kehadiran Anda di teluk yang cantik ini.

Tidak terlebihan bila sanjungan dan ketakjuban dipasangkan untuk daya tarik keelokan alami pantai Teluk Hijau. Pantai yang elok ini berpasir putih dan airnya yang paling jernih warna hijau kebiru-biruan. Pasirnya demikian lembut, hingga gampang menempel di kulit. Kombinasi di antara pasir putih, air laut yang jernih warna kehijauan, ombak yang tenang dan situasi yang asri akan membuat siapa saja yang menyaksikannya berasa takjub. Sepanjang mata melihat Anda akan dimanja dengan panorama yang cantik yang memesona.

Di sini kita dapat berenang atau sebatas bermain air di pantainya. Tidak jauh dari pantai ada bukit kecil. Di satu seginya ada batu-batuan warna kuning kecoklat-coklatan. Disamping timur seputar 20 meter dari pantai kita akan menemui air terjun dengan debet air yang lagi. Sepanjang musim penghujan volume air semakin lebih cepat dan cantik. Jadi walau jauh dari permukiman, anda tak perlu sulit sulit memperoleh air bersih untuk mencuci tubuh setelah berenang di pantai.

Lalu di Teluk Hijau juga ditambah kehadiran air terjun setinggi 8 meter. Ini rupanya memiliki cerita mistik yang dapat membuat bulu kuduk bergidik. Kabarnya, air terjun dengan dinding batunya yang membubung tinggi ini ialah tempat mandi beberapa bidadari. Menurut narasi warga Rajegwesi, tiap musim penghujan akan nampak pelangi cantik yang menggantung di atas perairan teluk Rajegwesi. Peristiwa pelangi ini akan berjalan sampai hari-hari sebelumnya terakhir raib secara perlahan-lahan. Beberapa masyarakat yang ingin tahu coba cari hilir dari pelangi yang menghampar dari arah barat ke timur itu.

Yakin atau mungkin tidak, tetapi banyak masyarakat yang menjelaskan bila hilir pelangi yang kerap terlihat di perairan teluk Rajegwesi dan sekelilingnya berawal dari air terjun Teluk Hijau. Sayang tidak satu juga masyarakat yang waktu itu mendokumentasikan peristiwa hilir pelangi yang terus membuat ingin tahu untuk yang menyaksikan pelangi di langit. Dari pandangan mata orang yang mempunyai kekuatan religius, di air terjun itu sering nampak figur wanita elok yang lagi mandi ketika pelangi tampil. Wanita dengan baju uniknya itu mempunyai rambut hitam yang panjang dan tergerai terikut saluran air yang jatuh dari hilir air terjun.

Untuk yang menyukai kemah, di posisi ini cukup baik untuk membangun tenda. Yang penting diingat bila kemah di Teluk Hijau ialah keadaan pasang kering air laut. JIka keadaan air pasang, karena itu ombak dapat menyentuh semua permukaan pantai. Karenanya tenda seharusnya dibangun di wilayah semak/perdu supaya aman dari capaian ombak saat air laut pasang. Maka janganlah membuat tenda di pinggir pantai.

Info terkini mengatakan, pada intinya posisi Teluk Hijau ialah teritori wisata terbatas hingga pengunjung tidak boleh membangun tenda untuk menginap dalam tempat itu. Disamping itu ada alasan factor keamanan, ingat teritori itu ialah habitat hewan liar seperti rusa dan macan tutul. Tetapi untuk pencinta alam yang tertarik untuk camping di seputar Teluk Hijau, seharusnya melapor dan minta izin pada petugas Taman Nasional Meru Betiri. Satu perihal kembali, di teritori ini tumbuh bunga yang terhitung sangat jarang, bunga Raflesia. Bunga Raflesia ini jadi perhatian tertentu untuk dinas kehutanan di wilayah itu. Sebab kecuali jadi object pariwisata, bunga ini juga dilindungi. Untuk fans memancing, pasti tidak melepaskan aktivitas yang ini di pantai Teluk Hijau.


Rute Menuju Teluk Hijau

Untuk ke arah Teluk Hijau Anda lebih dulu harus ke arah Rajegwesi. Anda dapat memakai mobil individu atau sewa mobil sejenis trooper/jeep atau memakai sepeda motor.Angkutan umum langsung ke arah Rajegwesi tidak ada.

Teluk Hijau berada di Kecamatan Pesanggaran persisnya di Dusun Sarongan. Memiliki jarak seputar 90 km arah selatan dari kota Banyuwangi. Sedang dari Jember jaraknya seputar 105 km. Untuk ke arah pantai ini dari Banyuwangi atau Jember kita tinggal mengikut panduan arah ke arah pantai Sukamade di Taman Nasional Merubetiri, yang sejalan dengan jalur ke arah Teluk Hijau.

Bila Anda ke arah Teluk Hijau memakai kendaraan umum, dari kota Banyuwangi perjalanan dapat dilakukan dengan naik bis kecil jalur Banyuwangi-Pesanggaran yang ada di terminal Brawijaya, terminal kota yang berada di jalan Brawijaya. Dengan naik bis ini Anda dapat turun di Terminal Jajag atau turun langsung di Pesanggaran. Di dua tempat ini ada angkutan dusun yang langsung bisa mengantarkan Anda ke Teluk Hijau.


Related Posts
sekut.net
Media Informasi Sekut Seputar Traveling.

Related Posts

Posting Komentar