6dxHRBFGRKAyUIIqbYZwq3xKt8iSxrQ4Q0yCi2zx

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Destinasi Tempat Wisata Ngarai Sianok Sumatra Barat


Ngarai Sianok

Destinasi Wisata Ngarai Sianok

Sekut.net - Tidak bakal ada habisnya mengulas mengenai keelokan Sumatera Barat. Karena propinsi yang ini dianugrahi dengan keelokan alam yang menarik serta beberapa salah satunya tidak dipunyai oleh wilayah yang lain. Oleh karenanya, bertandang ke Sumatera Barat tidak komplet bila Anda tidak singgah untuk nikmati keelokan alamnya.

Secara administratif Ngarai Sianok ada di Bukittinggi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Untuk ke arah sana beberapa pengunjung yang tiba dari Kota Padang harus tempuh perjalanan sepanjang 97 km atau mungkin dengan waktu pintas sepanjang 3 jam. Tetapi jauhnya jarak tidak berasa sebab beberapa pengunjung akan disuguhi dengan panorama alam yang menarik dari Taman Nasional Kerinci Seblat saat di perjalanan. Keadaan jalan yang cukup baik memungkinkannya beberapa pengunjung untuk tiba ke Ngarai Sianok dengan memakai kendaraan roda empat.

Ngarai Sianok telah lama mempesona banyak pelancong. Lembah terjal yang panjang dan berliku ini berada di tepian Kota Bukittinggi. Dengan kedalaman jurang seputar 100 m, lebar 200 m dan panjang 15 km, tempat ini benar-benar cantik. Beberapa spot terhebat di Ngarai Sianok juga datang menambahkan keelokan. Spot-spot itu membuat kesejukan di lembah ini makin sukses masuk di hati.  Setelah tiba di Ngarai Sianok, pengunjung langsung akan disuguhi oleh lukisan Tuhan yang demikian menarik. Ngarai ini sendiri menghampar sepanjang 15 km dari segi selatan Nagari Koto Gadang sampai Nagari Sianok Enam Suku, dengan ketinggian tebing capai 100 meter lebih dan lebar sela seputar 200 meter.

Menurut riset, Ngarai atau Lembah Sianok ini tercipta sebab turunnya beberapa lurus bumi hingga membuat patahan yang cukup terjal. Patahan di ngarai ini disebutkan jadi sisi dari Patahan (Sesar) Semangko yang memotong Pulau Sumatera jadi dua sisi, yang memanjang dari Aceh sampai ke Teluk Semangka di propinsi Lampung. Bukan hanya Ngarai Sianok, Patahan Semangko membuat Pegunungan Bukit Barisan yang populer mempesona itu. Ngarai Sianok sendiri bentuk visual yang paling riil dari rutinitas gerakan lurus bumi (tektonik) di Pulau Sumatera ini. Proses terciptanya patahan hasilkan satu wilayah yang subur dengan pemandangan alam yang cantik yang mempesona.

Ngarai Sianok sendiri disebutkan dengan Lembah Pendiam. Karena Ngarai Sianok menyajikan situasi yang sepi yang nyaman, jauh dari keramaian maupun keributan. Disokong dengan udara yang sejuk dan beri kesegaran, dan suara gemericik saluran air sungai dan kicauan burung membuat siapa ditanggung akan kerasan lama-lama di tempat yang ini. Dasarnya Anda ditanggung tidak sedih saat bertandang ke Ngarai Sianok. Dengan panorama alamnya yang elok, duduk santai sambil nikmati keelokannya di rasa telah cukup buat habiskan waktu di situ dengan keluarga tersayang. Bila Anda pengin menyaksikan keelokan Ngarai Sianok keseluruhannya, Anda dapat menyaksikannya dari Taman Pemandangan. Buat Anda yang hoby berswafoto, bertandang ke Ngarai Sianok bisa juga jadi opsi yang cocok, ingat di situ Anda akan mendapati banyak spot photo yang Instagramable. Oleh karenanya janganlah lupa untuk mempersiapkan ruangan penyimpanan yang besar saat sebelum bertandang ke Ngarai Sianok.

Posisinya yang cukup taktik dengan panorama yang elok, bukan hal yang mengejutkan bila di situ Anda akan mendapati banyak villa dan hotel. Harga kontraknya juga beragam, bergantung dengan posisi dan vasilitas yang dijajakannya. Di situ ada beberapa warung yang jual bermacam makanan ciri khas padang maupun minuman sebegai pelepas dahaga. Bila pengin nikmati semakin banyak menu ciri khas Sumatera Barat, Anda dapat coba singgah ke warung makan yang banyak ada di Pasar Lereng, yang di mana posisinya tidak begitu jauh dari ngarai.


Wisata di Ngarai Sianok

Berikut beberapa wisata di sekitaran Ngarai Sianok yang dapat Anda kunjungi.


1. Goa Jepang

Terletak di kota Bukittinggi, bunker ini dulu dibuat oleh orang Indonesia lewat kerja paksa di bawah desakan tentara Jepang yang menempati Indonesia dari tahun 1942 sampai 1945. Bunker bawah tanah ini mempunyai panjang 1.470 meter dan memiliki jarak 40 meter di bawah Ngarai Sianok. Ada 21 terowongan dalam bunker, yang dahulunya dipakai untuk simpan amunisi, tempat tinggal, ruangan tatap muka, ruangan tahanan, kamar makan, dapur, ruangan sidang, ruangan penganiayaan, ruangan mata-mata, ruangan penangkapan, dan pintu gerbang untuk larikan diri.

Menelusuri kompleks terowongan dan goa ini ditanggung akan memberi kesan penjelajahan berlainan. Anda bisa menyaksikan bagaimana tempat ini jadi benteng pertahanan yang kuat. Setiap terowongan dengan diameter 3 meter dan memiliki dinding yang demikian tebal hingga suara di luaran sana tidak bisa kedengar. Terowongan ini dapat disebutkan benar-benar luas, nyaris dua hektar, dan mempunyai 6 pintu. Satu pintu berada di Taman Pemandangan, sesaat lainnya di jalan ke arah Ngarai Sianok. Berjalan ke bawah Ngarai Sianok dan ke arah Bunker Jepang menjadi rintangan tertentu untuk beberapa pengunjung, sekalian nikmati panorama yang cantik. Di periodenya, terowongan bunker ini benar-benar gelap dan dingin. Tetapi sekarang telah diperlengkapi dengan lampu dan sirkulasi. Nanti, terowongan ini akan mempunyai ruang untuk memajang beberapa foto, satu museum perjuangan, dan teater mini. Di pintu masuk, pengunjung bisa menyaksikan denah bunker ini dan tiap terowongan sekarang sudah mempunyai papan info dan camera CCTV.


2. Tabiang Takuruang

Tabiang Takuruang sama tercipta oleh gempa yang mengguncangkan Sumatera Barat beberapa ribu tahun kemarin. Tabiang Takuruang ialah bahasa Padang, yang bila disimpulkan ke bahasa Indonesia ialah Tebing Terkurung. Letak salah satunya spot terhebat di Ngarai Sianok ini seperti tebing yang terkurung oleh dinding ngarai. Spot ini jadi panorama tertentu waktu ada di teritori Ngarai Sianok.


3. Jam Gadang

Sumatera Barat adalah propinsi yang populer dengan adanya banyak tempat wisata, diantaranya di Kota Bukittinggi. Bukittinggi banyak sekali menyediakan beberapa tempat refreshing yang dapat Anda datangi untuk melepaskan depresi sepanjang bekerja atau selaku pilihan tempat salurkan jiwa traveller Anda. Wisata Anda di Bukittinggi pasti jangan melepaskan lawatan ke Jam Gadang. Jam Gadang ialah satu menara jam yang ada di pusat Kota Bukittinggi. Menara jam kebanggaan warga Bukittinggi ini mempunyai jam sama ukuran besar sekali, itu fakta dinamakannya Jam Gadang yang diambil dari Bahasa Minangkabau. Jam selebar 13×4 meter dengan tinggi 26 meter ini mempunyai beberapa tingkat dengan tingkat yang teratas selaku penyimpanan bandul yang sempat patah saat berlangsung gempa di tahun 2007, hingga harus ditukar dengan bandul yang baru.

Pada Jam Gadang, ada empat jam yang mempunyai ukuran relatif besar berdiameter 80 cm. Jam ini sendiri langsung dihadirkan dari Rotterdam, Belanda. Pada periode itu, pelayarannya dikerjakan melalui Dermaga Teluk Bayur. Antiknya kembali, pergerakannya dikerjakan secara teknisi oleh mesin yang cuman dibikin dua unit di dunia, yakni Jam Gadang dan Big Ben di London, Inggris. Vortmann Relinghausen ialah nama pabrik pembikin mesin jam ini yang berada di Jerman, seputar tahun 1892. Bahkan juga, nama itu tercantum dalam tubuh Jam Gadang pas dibagian loncengnya. Kekhasan lain dari simbol Kota Bukittinggi ini ialah penyangganya yang bukan memakai besi dan semen, tetapi kombinasi dari kapur, putih telur dan pasir putih.

Berdasar sejarahnya, Jam Gadang ialah hadiah dari Ratu Belanda ke Rook Maker, seorang Controleur Sekretaris Kota Bukittinggi pada periode Pemerintah Belanda. Bila Anda memerhatikan dengan cermat, ada sesuatu hal ganjil yang akan Anda jumpai dalam tulisan angka petunjuk jamnya. Jika umumnya angka "4" dalam tulisan romawi ialah "IV", di jam yang dibuat oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh ini tercatat angka romawi "IIII" selaku pertanda jam empat. Atap Jam Gadang berupa gonjong yang disebut atap rumah tradisi Minangkabau. Di seputar Jam Gadang ada taman dengan beberapa kursi. Situasi malam Anda di sini bisa menjadi benar-benar romantis karena saat malam hari Jam Gadang dihias dengan kerlip sinar lampu warna warni.


4. Pasar Atas, Pasar Lereng dan Pasar Bawah

Tidak jauh dari Jam Gadang, ada tempat wisata yang lain yang dapat Anda datangi yakni Pasar Atas Pasar Bawah. Bila Anda telah senang berkeliling-keliling di Jam Gadang, Anda dapat lanjut menganakemaskan diri Anda dengan belanja di pasar yang pas berada ada di belakang Jam Gadang. Pasar ini terdiri jadi tiga jenjang, yakni Pasar Atas, Pasar Lereng dan Pasar Bawah. Saat Anda mulai masuk tempat pasar, karena itu Anda akan disongsong oleh patung macan yang seakan-akan akan menangkap Anda.

Bila Anda suka belanja baju, karena itu Anda harus masuk Pasar Atas sebab di pasar ini banyak berjejer toko kain siap jahit. Umumnya kain yang dipasarkan ialah kain sulaman ciri khas Padang. Di sini jual baju dimulai dari beberapa anak sampai orang dewasa, pria dan wanita pada harga yang bermacam , dimulai dari harga beberapa puluh ribu sampai juta-an rupiah, bergantung tipe bahan dan sulamannya. Kemudian jika Anda pengin beli souvenir ciri khas Bukittinggi, bertandanglah ke Pasar Lereng. Mengapa disebutkan Pasar Lereng? Sebab wujud susunan tanahnya yang miring mengikut kontur jalan. Di pasar ini Anda dapat memperoleh gantungan kunci, kaos tertulis "I Love Bukittinggi", sampai boneka pengantin Minangkabau. Dan untuk memperoleh itu seluruh, karena itu Anda harus pandai-pandai menawar harga semurah kemungkinan.

Di sini Anda bisa juga mencicip bermacam jajanan seperti karakaliang, dadiah, nasi kapau dan karipik lado sampai makanan ciri khas Padang yang cuman dapat Anda peroleh di sini yakni ampiang dadih, tentu saja pada harga yang dapat dijangkau. Untuk ibu rumah-tangga yang keluarganya suka dengan makanan ciri khas padang, benar-benar pas jika berkunjung Pasar Bawah. Di pasar ini Anda akan mendapati beberapa pedagang yang jual bumbu jadi untuk masakan Padang, dan bermacam sayur dan buah-buahan.


5. Rumah Pohon Inyiak

Posisi Rumah Pohon Inyiak tidak begitu jauh dengan Janjang Koto Gadang. Salah satunya spot photo terhebat di Ngarai Sianok ini terhitung baru dan langsung hits. Di sini, Rekan Pelancong akan mendapati bangunan berupa segitiga yang dibuat dari bambu dengan atap rumput yang hijau. Untuk siapa yang hoby photo, kekhasan punya spot ini ialah harta karun yang jangan disiakan demikian saja. Karena, Rumah Pohon Inyiak punyai 11 spot photo.


6. Janjang Saribu

Bicara mengenai Sumatera Barat benar-benar tidak bakal ada habisnya berkenaan tempat wisata yang cantik dan memikat. Banyak beberapa tempat cantik yang harus didatangi saat tiba ke Propinsi yang populer akan kulinerannya ini. Salah satunya tempat yang simpan keelokan ialah Ngarai Sianok. Menariknya kembali, di tempat wisata Ngarai Sianok didalamnya ada juga wisata yang namanya Janjang Saribu. Bermakna tempat wisata ini mempunyai riwayat dengan tangga yang sejumlah seribu. Disamping itu, di sini ada satu sungai yang salurannya memotong lembah itu.

Janjang Saribu ialah formasi anak tangga yang konon sejumlah seribu, walau sesungguhnya bila di kalkulasi jumlah anak tangga ini tidak capai seribu. Beberapa ratus anak tangga ini akan usai dalam suatu tempat yang namanya Janjang Koto Gadang alias Tembok Besar China. Pelancong yang tiba ke sini tentu saja benar-benar ingin tahu bernama Janjang Saribu. Bahkan juga ada pengunjung yang betul-betul pernah hitung jumlah anak tangga di sini. Dahulu sebenarnya tempat ini tidak seramai saat ini. Tapi, sebab kerap kali dikerjakan perbaikan karena itu beberapa orang yang tiba ke sini. Bahkan juga akses ke arah tempat wisata ini telah sangatlah baik. Pengunjung yang tiba ke sini bukan sekedar ingin tahu dengan tempat wisatanya. Cukup banyak yang menyengaja tiba ke sini untuk berpose. Dengan background panorama yang cantik, karena itu orang tidak akan sangsi kembali jadikan Janjang Saribu selaku objek photo. Tetapi saat Anda bertandang kesini, sudah pasti Anda harus memerhatikan keselamatan ya. Sebab di sini ada bukit yang cukup terjal.


7. Puncak Lawang, Danau Maninjau

Eksotisme Danau Maninjau dapat dicicipi dari Pucuk Lawang Bukittinggi. Danau Maninjau, dengan luas capai 100 km persegi, adalah danau paling besar ke-2 di Sumatera Barat. Danau ini tercipta selaku akibatnya karena letusan gunung berapi beberapa puluh ribu tahun lalu. Danau Maninjau mempunyai panorama yang paling cantik. Sama air yang bening bak cermin, rentang daratan yang hijau dan dikitari oleh bukit curam jadikan danau ini objek wisata yang terus ramai didatangi oleh pelancong baik lokal atau asing. Ada beberapa spot yang bisa anda datangi untuk nikmati keelokan Danau Maninjau, ditambah dari ketinggian, bentangan luas perairan yang dikitari bukit-bukit membuat rasa kagum untuk siapa yang menyaksikannya. Salah satunya spot yang paling ramai dan terbanyak didatangi ialah Puncak Lawang. Ada di Ketinggian 1.210 mdpl, Pucuk Lawang adalah pucuk paling tinggi bukit-bukit yang melingkari Danau Maninjau. Dari Pucuk Lawang, anda bisa menyaksikan keseluruhnya Danau Maninjau.

Secara administratif, Pucuk Lawang berada di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dari Bukittinggi, tempat wisata di Bukitttinggi ini memiliki jarak kurang lebih 22 km atau 45 menit dari pusat Kota Bukittinggi. Anda yang dari Kota Padang, bisa capai posisi ini sesudah 2 jam perjalanan lewat wilayah Lawang. Atau anda dapat memakai jalur Padang Panjang yang memerlukan waktu seputar 3-4 jam untuk capai posisi. Dengan posisinya selaku tempat terhebat untuk nikmati Danau Maninjau, tidaklah aneh beberapa pengunjung yang tiba ke tempat wisata ini. Keadaan ini digunakan oleh warga seputar. Mereka membuat beberapa gubuk simpel yang bisa dipakai pengunjung istirahat, atau di sejumlah tempat, menyediakan

Kecuali spot terhebat untuk nikmati keelokan Danau Maninjau, di wilayah seputar posisi ada bermacam-macam permainan yang bisa mengetes keberanian dan memicu adrenalin seperti flying fox, melewati jembatan ban, melewati jembatan goyang, sampai paralayang. Untuk paralayang, Pucuk Lawang adalah spot terhebat di Asia Tenggara. Dari Pucuk Lawang peserta bisa terbang melayang-layang di atas Danau Maninjau dengan semua keelokan yang tersaji. Bahkan juga Moment Paralayang jadi moment tahunan oleh Pemerintahan Wilayah menyaksikan tingginya apresiasi peserta dalam mengikut pagelaran ini, tidak cuma peserta lokal tetapi dituruti oleh peserta luar negeri.


8. Taman Monumen Proklamator Bung Hatta

Beberapa pelancong dan pengunjung akan nikmati nuansa baru berekreasi di Bukittinggi berkenaan dibukanya Taman Monumen Proklamator Bung Hatta untuk umum. Taman berada dari sisi Istana Bung Hatta (Tri Arga), terbuka untuk pengunjung untuk nikmati wisata riwayat dengan konsentrasi monumen (patung) Proklamator Bung Hatta. Taman yang berdiri tepat di muka pertigaan DPRD dan Tugu Pahlawan Tidak Dikenali sudah sah dibuka oleh Walikota Ramlan Nurmatias. Awalnya, taman yang dinaungi beberapa pohon perlindungan itu dibikin bersih secara keseluruhan. Pelataran (trotoar) di depannya dibikin bersih. Demikian juga anak tangga dan pelataran monumen digosok dan disiram air hingga jadi rapi dan bersih. Bangunan tugu dibikin bersih keseluruhannya, hingga visualisasi Bung Hatta itu nampak berdiri anggun.

Taman dibuka untuk pengunjung di hari liburan start pukul 06.00 sampai 21.00 WIB, sedang hari biasa sampai jam 18.00 WIB. Tetapi, kata Ramlan kembali, pengunjung harus patuhi beberapa ketetapan, seperti jangan memajang tikar dan tidak boleh bawa makanan. Pengunjung bisa sepuasnya mendokumentasikan masa lalu dengan photo keluarga atau ber-selfi-ria dengan latarbelakang monumen.


9. Benteng Fort de Kock

Kecuali Alam dan Kulinerannya, bukit itnggi simpan beberapa warisan dari Hindia-Belanda sebagai daya magnet riwayat. Kecuali Jam Gadang sebagai simbol kota dan rumah kelahiran Si Proklamator sekalian wapres pertama yakni Bung Hatta, kota ini mempunyai banyak bangunan riwayat. Sisa-sisa warisan penjajahan di Indonesia tersisa beberapa tempat yang dapat di pakai selaku tujuan wisata. Warisan riwayat itu ialah tersisa warisan penjajahan yakni Fort de Kock yang telah berdiri semenjak tahun 1825. Seputar benteng ini ada satu bangunan dengan warna putih, beberapa traveller umumnya memakai benteng untuk menyaksikan panorama sekitar kota Bukittinggi. Di atas sini traveller dapat menyaksikan sisa-sisa dari benteng Fort de Kock yang telah remuk.

Benteng ini dibangun di tahun 1826 oleh Johan Heinrich Conrad Bauer yang disebut pimpinan pasukan tentara Hindia-Belanda ke daerah pedalaman Sumatera Barat. Kabarnya, Benteng Fort de Kock ialah satu benteng penting dalam catatan riwayat perjuangan warga Bukittinggi menyingkirkan penjajah. Benteng yang berada persisnya di pucuk Bukit Jirek ini jadi saksi kegigihan pasukan Paderi yang dipegang oleh Imam Bonjol waktu menantang pasukan penjajah Hindia Belanda. Bila traveller lagi ada di Benteng Fort De Cock, sesungguhnya nyaris tidak ada yang masih ada.benteng ini berada 1 km dari Jam Gadang yang populer di Bukittinggi. Disini sesungguhnya traveller dapat menyaksikan panorama yang nampak cuman sisa-sisa parit yang pernah berada di benteng itu.


10. Jembatan Limpapeh

Indonesia ialah negara yang unik. Di mana, hal sekecil apa saja menjadi tempat wisata baru. Dipakai untuk cari uang. Menariknya kembali, masyarakat seputar mempunyai rasa ingin ketahui yang tinggi. Hingga, banyak pelancong tiba berkunjung, demikian objek wisata itu trending. Seperti, Jembatan Limpapeh yang simpel tapi, mempunyai daya jual yang tinggi. Dijajakan, banyak pelancong di luar sumatera barat ingin tahu. Selanjutnya, berkunjung dan jatuh hati dengan objek wisata ini. Objek wisata ini jadi salah satunya langkah nikmati Bukit Tinggi. Disamping itu, teritori Jembatan Limpapeh tidak jauh dari ikon-ikon wisata Bukit Tinggi seperti Jam Gadang, Benteng Fort de Kock. Dipandang, tidaklah aneh bila banyak pelancong yang berkunjung tempat ini.

Panjang tempat ini lebih kurang 90 meter sedangkan lebar jembatan 3 meter. ke-2 segi dari jembatan ini juga dibikin oleh kawat baja yang lumayan besar. Di tengah-tengahnya ada bangunan yang berperan selaku penyangga supaya bangunan ini masih kuat berdiri. Peranan dari pembangunan jembatan Ini ialah mempermudah pelancong yang pengin berkunjung benteng De Kock ke arah Taman Margasatwa akan gampang. Ke-2 tempat wisata ini berada di dua wilayah yang lain. Jembatan Limpapeh akan menyingkat jarak dan waktu di antara. Masih kurang sampai disana, Masihlah ada daya tarik yang lain harus untuk Anda peroleh. Objek wisata ini menyediakan rakyat Sumatera Barat lewat arsitekturnya. Seperti menyongsong tempat pintu masuk yang mempunyai atap runcing seperti atap rumah Minang. Beberapa aksesorisnya juga bukan lepas dari warna kuning yang disebut warna kebanggaan Masyarakat Minang. Disamping itu, arti limpapeh sendiri konon mempunyai makna ibu. Di mana, warga minang benar-benar berpedoman mekanisme mariarki atau garis turunan dari Ibu.


Related Posts
sekut.net
Media Informasi Sekut Seputar Traveling.

Related Posts

Posting Komentar